|
Pentingnya Investasi Untuk Masa Kini dan Masa
Depan
Comrades,
Baru2 ini kita keduluan brother kita Alm. Sdr.
Rohmat Hudaya.. Beberapa diantara kita ada yang tergerak untuk memberikan
sesuatu sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan kepada yang ditinggalkan
oleh Alm.. Meskipun "sesuatu" itu sangat jauh dari kata "dapat menghibur" yang
ditinggalkan, namun yang terpenting adalah kekompakan kita yang sangat
membanggakan.
Tapi apakah "sesuatu" seperti diatas tadi sudah
merupakan salah satu dari pemecahan masalah?.... Tentu saja tidak menurut saya..
Saya baru dapat info dari Milis IKAB tentang ajakan bagi seluruh pelaut
Indonesia untuk berfikir tentang Asuransi Kesehatan seumur hidup bagi para
pelaut beserta keluarganya dipicu peristiwa kecelakaan seorang alumni AIP.
Kenapa tidak kita mulai saja dari sekarang
dilingkungan kita angkatan 16.
Saya ingin refresh anda tentang apa itu asuransi,
bahwa segala jenis asuransi adalah penghimpunan dana dari nasabah asuransi yang
kemudian dana tersebut dititipkan pada instrumen2 keuangan untuk mendapatkan
keuntungan bunga yang kemudian dana tersebut beserta bunganya di tarik sedikit
demi sedikit untuk membayar ganti claim yang diderita oleh nasabah.
Mayoritas asuransi menitipkan dana yang terkumpul
pada instrumen2 reksadana sbb;
1. Obligasi pemerintah (dengan perkiraan bunga 5 s/d
10 persen)
2. Obligasi korporasi (perkiraan bunga 9 s/d 12
perrsen)
3. Pasar saham (perkiraan keuntungan >12 persen)
4. Adakalanya para fund manager asuransi mengambil
resiko dengan memainkan dananya pada instrumen spekulatif seperti pasar uang dan
pasar saham/obligasi sekunder. untuk mengeruk keuntungan lebih besar dan
adakalanya rugi yang luar biasa dan.
5. Bursa komoditas primer internasional yang
dikelola pialang2 minyak, sawit, jagung, karet, dan lain2 dengan tujuan sama
dengan instrumen No. 4. bursa ini dikenal dengan nama Future Exchange.
Dengan demikian maka perusahaan asuransi tidak lain
dan tidak bukan adalah para broker2 yang bertaruh dengan nyawa-nyawa kita.
Mereka mereguk keuntungan dari dana2 kita dan kemudian mematok bahwa kita hanya
akan mendapatkan bunga sebesar 8 hingga 10 persen.
Kenapa tidak disimpan saja uang kita pada
deposito??... Ah yang bener... Rencana BI akan menurunkan suku bunga sertifikat
bank indonesia 25 basis poin dari 6,75 persen menjadi 6,50 persen... Deposito
adalah langkah teraman untuk menyimpan uang namun pertimbangkanlah hal2 ini;
1. Suku bunga deposito saat ini rata-rata 7 persen
sementara inflasi kita rata-rata 6,5 persen pertahun. artinya nilai uang kita
berkembang menjadi 7 persen pertahun sementara inflasi mengoreksinya 6,5 persen
yang artinya tiap tahun nilainya hanya bertambah menjadi 0,5 persen.
2. Nilai 6,5 persen adalah rata-rata sementara nilai
satuannya untuk Pendidikan dan perumahan terjadi inflasi rata-rata diatas 12
persen. artinya dana yang anda amankan pada deposito nilainya akan semakin
kerdil.
3. Belum ditambah pajak atas bunga deposito dan
tetek bengek bank yang lain.. walhasil dana kita akan tambah kerdil.
Sementara angka inflasi kita semakin mengejar
brother.....
Contohnya saja dengan asumsi inflasi 10 persen
pertahun dalam bidang pendidikan, maka uang sekolah yang tahun ini Rp. 50 juta
pada 10 tahun kedepan akan menjadi Rp. 129.687.123,- dan 20 tahun kedepan
menjadi Rp. 336.374.997,-
Fantastis bukan????...
Kalau tidak percaya hitungan saya... buktikan dengan
pengalaman kita sendiri...
Contoh angkatan 16 yang gagah perkasa masuk dengan
uang masuk sekitar 1,300,000 sementara tahun ini harga masuknya sekitar 8,5 juta
di PIP Semarang... Kalkulasi saya dapat bahwa peningkatan sebesar itu sama
dengan hitungan inflasi sebesar 18 persen pertahun... Tidak percaya??? hitung
aja sendiri...... Dan bila kita asumsikan rata2 inflasi pendidikan 18 persen
pertahun maka. Biaya sakolah anak-anak ta' yang 50 juta tahun ini akan jadi 1,3
milyar rupiah 20 taun kedepan.... Tangkis moko itu.
Bagaimana dengan kesehatan, bagaimana dengan biaya
hidup?????.....
Silakan buka forum agar anak2 kita kedepan dapat
memiliki pendidikan secanggih kita.
Dariku
Dokem
|