ARTIKEL 16

 

 

Pentingnya Investasi Untuk Masa Kini dan Masa Depan

Comrades,
 
Baru2 ini kita keduluan brother kita Alm. Sdr. Rohmat Hudaya.. Beberapa diantara kita ada yang tergerak untuk memberikan sesuatu sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan kepada yang ditinggalkan oleh Alm.. Meskipun "sesuatu" itu sangat jauh dari kata "dapat menghibur" yang ditinggalkan, namun yang terpenting adalah kekompakan kita yang sangat membanggakan.
 
Tapi apakah "sesuatu" seperti diatas tadi sudah merupakan salah satu dari pemecahan masalah?.... Tentu saja tidak menurut saya.. Saya baru dapat info dari Milis IKAB tentang ajakan bagi seluruh pelaut Indonesia untuk berfikir tentang Asuransi Kesehatan seumur hidup bagi para pelaut beserta keluarganya dipicu peristiwa kecelakaan seorang alumni AIP.
 
Kenapa tidak kita mulai saja dari sekarang dilingkungan kita angkatan 16.
 
Saya ingin refresh anda tentang apa itu asuransi, bahwa segala jenis asuransi adalah penghimpunan dana dari nasabah asuransi yang kemudian dana tersebut dititipkan pada instrumen2 keuangan untuk mendapatkan keuntungan bunga yang kemudian dana tersebut beserta bunganya di tarik sedikit demi sedikit untuk membayar ganti claim yang diderita oleh nasabah.
 
Mayoritas asuransi menitipkan dana yang terkumpul pada instrumen2 reksadana sbb;
1. Obligasi pemerintah (dengan perkiraan bunga 5 s/d 10 persen)
2. Obligasi korporasi (perkiraan bunga 9 s/d 12 perrsen)
3. Pasar saham (perkiraan keuntungan >12 persen)
4. Adakalanya para fund manager asuransi mengambil resiko dengan memainkan dananya pada instrumen spekulatif seperti pasar uang dan pasar saham/obligasi sekunder. untuk mengeruk keuntungan lebih besar dan adakalanya rugi yang luar biasa dan.
5. Bursa komoditas primer internasional yang dikelola pialang2 minyak, sawit, jagung, karet, dan lain2 dengan tujuan sama dengan instrumen No. 4. bursa ini dikenal dengan nama Future Exchange.
 
Dengan demikian maka perusahaan asuransi tidak lain dan tidak bukan adalah para broker2 yang bertaruh dengan nyawa-nyawa kita. Mereka mereguk keuntungan dari dana2 kita dan kemudian mematok bahwa kita hanya akan mendapatkan bunga sebesar 8 hingga 10 persen.
 
Kenapa tidak disimpan saja uang kita pada deposito??... Ah yang bener... Rencana BI akan menurunkan suku bunga sertifikat bank indonesia 25 basis poin dari 6,75 persen menjadi 6,50 persen... Deposito adalah langkah teraman untuk menyimpan uang namun pertimbangkanlah hal2 ini;
1. Suku bunga deposito saat ini rata-rata 7 persen sementara inflasi kita rata-rata 6,5 persen pertahun. artinya nilai uang kita berkembang menjadi 7 persen pertahun sementara inflasi mengoreksinya 6,5 persen yang artinya tiap tahun nilainya hanya bertambah menjadi 0,5 persen.
2. Nilai 6,5 persen adalah rata-rata sementara nilai satuannya untuk Pendidikan dan perumahan terjadi inflasi rata-rata diatas 12 persen. artinya dana yang anda amankan pada deposito nilainya akan semakin kerdil.
3. Belum ditambah pajak atas bunga deposito dan tetek bengek bank yang lain.. walhasil dana kita akan tambah kerdil.
 
Sementara angka inflasi kita semakin mengejar brother.....
 
Contohnya saja dengan asumsi inflasi 10 persen pertahun dalam bidang pendidikan, maka uang sekolah yang tahun ini Rp. 50 juta pada 10 tahun kedepan akan menjadi Rp. 129.687.123,- dan 20 tahun kedepan menjadi Rp. 336.374.997,-
 
Fantastis bukan????...
 
Kalau tidak percaya hitungan saya... buktikan dengan pengalaman kita sendiri...
Contoh angkatan 16 yang gagah perkasa masuk dengan uang masuk sekitar 1,300,000 sementara tahun ini harga masuknya sekitar 8,5 juta di PIP Semarang... Kalkulasi saya dapat bahwa peningkatan sebesar itu sama dengan hitungan inflasi sebesar 18 persen pertahun... Tidak percaya??? hitung aja sendiri...... Dan bila kita asumsikan rata2 inflasi pendidikan 18 persen pertahun maka. Biaya sakolah anak-anak ta' yang 50 juta tahun ini akan jadi 1,3 milyar rupiah 20 taun kedepan.... Tangkis moko itu.
 
Bagaimana dengan kesehatan, bagaimana dengan biaya hidup?????.....
 
Silakan buka forum agar anak2 kita kedepan dapat memiliki pendidikan secanggih kita.
 
Dariku
Dokem

My 16 is my brother n sister

Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam. 

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya. 

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang. 

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar, 

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama  di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita. 

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya... 

My Sixtinth, Thanks for being my brother... 

Tasbi Mashud/ posted on 090807

 

 

  Kabar dari laut..


Aku memang benar tolol ketika itu,
Mau pula membikin hubungan dengan kau;
Lupa kelasi tiba-tiba sendiri  di laut pilu,
Berujuk kembali engan tujuan biru.

Di tubuhku ada luka skarang,
Bertambah lebar juga,mengeluar darah,
Di bekas dulu kau cium napsu dan garang:
Lagi akupun  sangat lemah serta menyerah.

Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi
Pembatasan Cuma tambah menyatukan kenang.
Dan tawa gila pada jack daniel  tercemin tenang.

Dan kau? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji,
Atau di antara mereka juga terdampar,
Burung mati pagi hari di sisi sangkar ?
 

By Arief Kassa 080807